Hari terakhir OPAK, tidak akan makan gratis dan cemilan lagi. Seperti biasa saya menghabiskan rokok satu batang sebelum saya sampai di kampus hijau STAIN Pare-pare. Hari ini menjadi hari yang sangat membahagiakan bagi kami para peserta OPAK.
Mau bagaimana lagi, ini sudah direncanakan dan tidak bisa dipertimbangkan lagi. Sungguh saya sebagai peserta sangat menunggu momen terakhir ini. Untuk terakhir kalinya bagi saya memperkenalkan diri di OPAK ini dan saya yakin saya lulus.
Ibnu Rasyid, nama yang sederhana itu melekat dan mendarah daging bagi saya. Banyuwangi kota kelahiran saya. Tiga Maret kebahagiaan orang tua saya. OPAK bagi saya adalah batu loncatan untuk memulai kembali hal yang pernah terkubur dalam diri saya.
Dzikir, mengajarkan saya mengingat kembali Tuhan Yang Maha Esa dan kembali mengingat pelajaran berkode islam yang pernah saya tekuni.
Pikir, mengarahkan saya untuk kembali menjadi seorang pemikir keras, berwawasan luas dan imajinasi yang melambung tinggi menembus sub-atom yang belum pernah diketahui dimasuki oleh para ilmuan.
Ukir, kata yang sudah tidak asing bagi saya yang sering bergelut pada media percetakan. Menjadi seorang yang kreatif itu hal biasa bagi saya kalau saya punya pemikirian kreatif itu dengan prestasi sederhana.
Amanah, bagi saya adalah kata yang sangat sulit dan sangat mengecewakan bagi saya, amanah adalah harga diri yang sangat sulit saya jaga. Dimata orang tua, para guru/dosen, teman dan kalian. Sulit untuk menjaga harga diri dengan amanah.
Hanya batu loncatan bagi saya.
Seperti biasa, senam pagi kemudian memasuki materi terakhir. dan penutupan. hanya itu saja kegiatan hari ini namun cukup menguras tenaga dan hawa keberadaan.
Para peserta dipersilahkan untuk berdiri setelah menerima arahan untuk kegiatan selanjutnya bagi para mahasiswa baru. Kami dipersilahkan untuk berdiri dan suara diruangan ricuh seperti pasar. Para pendamping OPAK berteriak keras dalam mic namun hanya beberapa orang yang mendengarkan untuk membuang sampah. Ada apa dengan sampah itu? begitu bernajiskah bagi kalian, jika begitu bernajis maka kalian juga bernajis karena kalian memakan hal yang bernajis itu.
Saya hanya tinggal duduk melihat, hanya beberapa orang saja. Mencari kawan untuk membantu saya mengumpulkan sampah makanan dari kalian. Saya kumpulkan dalam satu tepat agar nantinya para pendamping bisa langsung mengangkutnya ke mobil sampah.
Ingin pulang ke kost namun masih ada yang perlu saya harus lakukan belajar mengaji, saya belum tahu mengaji dan masih banyak yang salah dalam penyebutannya.
Setelah itu saya mendapat browser organisasi eksternal Cytech Community, setelah saya baca, organisasi ini keren bagi saya sama halnya dengan RedLine.
Sekian dan Terima kasih.
No comments:
Post a Comment
Berikan Komentar Anda Untuk Tulisan Ini...