Saya terlahir sebagai anak yang aneh begitu juga dengan kalian. Jadi jangan paksakan untukmu menjadi orang yang sempurna karena kesempurnaan itu hanya milik Allah. Kenapa tuhan menganggap saya dan kalian itu sempurna, bukan sempurna dalam Saya punya segalanya tapi sempurna dalam penciptaannya.
Allah menciptakan saya dan kalian dengan elemen berbeda namun dengan dasar tanah itu sendiri.
Allah memberikan saya dan kalian akal agar tahu mana halal dan haram.
Itu sudah cukup untuk menjelaskan kepada Anda sempurna dalam hal apa.
Begitu juga dengan pada hari ini setelah menghabiskan dua batang rokok diperjalanan, tibalah saya dikampus STAIN Pare-pere, mataku tidak tertuju pada wajah cantik dan ganteng mereka melainkan tertuju pada warna pakaian mereka yang berkumpul pada satu lapangan.
Hitam peci dan jilbabnya
Putih kemejanya, dan
Hitam celana dan roknya.
Mataku tertuju pada itu, benak saya waktu itu Hebat kurang ajar mau bagaimana lagi saya telah menganggur keliling provinsi hanya untuk belajar. Menyegel untuk sementara kehausan akan ingin dan tidak kuliah?
Pada umumnya selalu ada senam pagi hari, tidak bisa dielakkan hal seperti itu, pasti terjadi jika mereka panitia ingin mengadakan senam untuk calonnya (peserta). Senam sambil diiringi lagu Kun Anta mungkin judulnya, bahkan tangan dan kaki tidak tahu untuk bergerak dari mana. Mata tidak dapat melihat jauh seperti kalian, mata saya rabun jauh tidak seperti kalian. Saya hanya tinggal berdiri sambil memperjelas penglihatan saat itu dan hasilnya masih sama seperti fatamorgana.
Kemudian pembukaan yang cukup membuat saya mengantuk menyandarkan kepala pada pagar besi lantai dua bagian depan yang kurang tahu apa tersorot kamera atau tidak. Yah, cukup mengantuk waktu itu. satu jam menjadi malam untuk seharian.
Dilanjut dengan materi tentang STAIN Pare, kemudian dilanjutkan kembali dengan materi dan cemilan. Saat materi kedua mulai berlangsung suasana kembali ricuh seperti sekumpulan ayam yang berkokok minta serpihan makanan. Begitu ibaratnya. Cukup kasar tapi itu nyata pada OPAK Pertama kali ini.
Panas, keringatan, dan Haus itu pantas untuk kami (peserta) hanya bisa menelan ludah untuk menghilangkan haus sejenak.
Shalat sudah wajib dan harus menjadi darah daging kami laksnakan, mengikuti materi lagi dengan wajah yang berminyak, keringat. Harus menerima resiko, mau bagaimana lagi sudah wajar untuk kami.
Hiburan dengan dangdut yang meruntuhkan gedung dengan teriakan histeris penonton dari kami. Dengan wajah yang gembira dan bahagia diakhiri dengan wajah murung dan lesuh mereka dikarenakan acara terakhirnya dzikir bersama.
Ada apa dengan dzikir bersama? lesuh dan murung. Pikiran mereka hanya ingin pulang dan Dzikir ini sangat bertujuan pada diri Anda. Hanya bisa mendengarnya dengan seksama sambil menghayati apa yang pernah terjadi dulu pada saya.
Sekian dan Terima kasih.
No comments:
Post a Comment
Berikan Komentar Anda Untuk Tulisan Ini...