29 Agustus 2016, OPAK Ketiga

Seperti pada hari pertama dan kedua, menghabiskan dua batang rokok Class Mild sebelum masuk kedalam kampus hijau STAIN Pare pare. Setiap pagi selama OPAK saya harus senam pagi bersama dengan peserta lainnya. Walau saya tidak bisa kecapean tapi dengan hal yang saya dapatkan dari kelompok 37, rata-rata orang stres serasa saya tidak berpenyakitan.

Saya seorang yang bertubuh tinggi kalau Anda melihat saya, pasti Anda berpikir tentang kesehatan kalau saya sehat pada umumnya namun saya bukan orang sehat yang Anda pikirkan. Saya orang yang berpenyakitan yang mencoba untuk menyembunyikan penyakit ini. Saya takut Anda akan menjauh dari saya.

Setelah senam pagi, Saya diarahkan menuju ke ruangan untuk menerima materi seperti biasanya. Berjalan dengan menunduk layu seperti itulah gaya saya. Bukan orang bungkuk berjalan tapi itu sudah kebiasaan bagi saya dengan berjalan dengan menunduk layu.

Seperti pada hari kemarin OPAK, sebelum memasuki materi inti kami harus terlebih dahulu berdzikir bersama karena sebagai tema pada OPAK Tahun 2016 "Dzikir, Pikir, Ukir dan Amanah" dan saat berlangsungnya dzikir ada beberapa perempuan, bathinnya terganggu oleh makhluk gaib.

Orang yang manja wajahnya bagi saya, walau sedikit seperti kucing. Terganggu juga dihadapan saya, sebagai seorang yang satu komplotan dengannya saya hanya bisa melihatnya dan menunggu panitia datang menghampiri tapi mereka sibuk dengan peserta yang kesurupan. Saya mencoba dengan menyentuhnya dengan beralas tangan menutup matanya sambil menenangkan kekosongan pikirannya seperti yang saya pelajari di pondok pesantren saya walau hanya satu tahun dan lulus.

Setelah itu, Materi inti berlangsung dengan membahas organisasi mahasiswa, Semua cabang dari organisasi kampus hijau STAIN Pare pare hadir memperkenalkan diri, memamerkan organisasi mereka, dan mengajak para calon (peserta) untuk bergabung dalam organisasi mahasiswa.

Namun organisasi RedLine membangunkan saya untuk bertepuk tangan, alasannya karena saya ingin masuk dalam organisasi tersebut. Tapi saya belum minat untuk masuk organisasi mahasiswa.

Entahlah untuk kedepannya bagaimana ?

Ishoma dan kembali memasuki materi kedua, mengenal jurusan masing-masing. Saya jurusan Dakwa Dan Komunikasi prody Komunikasi Penyiaran Islam dan dari jurusan Dakwa Dan Komunikasi hanya memiliki mahasiswa baru berjumlah 300 lebih. Memang, untuk Dakwa Dan Komunikasi masih memiliki sedikit mahasiswa. Tapi saya sebagai mahasiswa Dakwa Dan Komunikasi tidak merasa kecil dikarenakan mahasiswanya sedikit namun saya merasa senang karena mahasiswanya sedikit.

Hawa panas, ngantuk, berminyak dan lain-lainnya tercampur dalam satu aula yang memberikan bau yang tidak umum bagi peserta OPAK. Tapi walau begitu saya bangga dengan acara ketiga ini karena tinggal sehari lagi OPAKnya akan berakhir.

Kembali bersatu dalam ruangan yang dipisahkan menyanyikan lagu mars, hymne STAIN Pare pare dan Indonesia Raya. Pikir saya, mungkin untuk acara penutupan besok menyanyikan ketiga lagu tersebut. Kemudian kembali berdzikir penutup untuk hari ketiga ini dan back to home.

Saat saya duduk menyendiri bersandar, seorang wanita yang saya kagumi, saya sayang dulu dan saya ingin bersamanya, menyapa saya saat mata saya tidak dapat melihat jelas dari jauh siapa dia.
Seperti pada hari sebelumnya di OPAK sebelum saya pulang saya sedikit berbincang dengan para senior tentang pendapat mereka, kuliah mereka dan hal lainnya hanya untuk saya tuliskan dalam blog ini.

Keparkiran motor, mengeluarkan motor dan berangkat bersama teman menuju penginapan dan istirahat.

Sekian dan Terima kasih.

No comments:

Post a Comment

Berikan Komentar Anda Untuk Tulisan Ini...