Dirimu Bukan Lagi Kamu

Pernah aku merintih kesakitan saat kau meninggalkanku dalam keadaan mata tertutup dalam benakku tak lain hanya ingin menyusulmu, namun aku tertahan saat mengingat diriku sebelum aku bertemu denganmu betapa gelapnya aku saat itu.

Menyusulmu akan membuatku terpisah darimu, mana mungkin ini terjadi sebelum aku berakad. Mana mungkin ini terjadi sebelum aku membahagiakanmu.

Tolong kembalilah. Kembalilah. Kembalilah. Aku kesepian disini. Merasakan kesepian yang begitu mencekam dalam keramaianpun kesepian masih mencekam dihatiku.

Turunlah menjadi bidadari. Turunlah menjadi wanita lain. Agar aku tak merasakan kesepian yang mencekam ini biar aku dapat memeluk dirimu walau itu bukan kau. 

Waktu yang bergulir begitu cepat tak memberikan apapun, diriku masih tetap kesepian. Menunggu dirimu sebagai wanita lain, yang dapat membantuku seperti kau yang membantuku meninggalkan senyuman iblis.

Sekian dan Terima kasih.

Janjimu Adalah Alasanku Bersamamu

Aku berjalan melalui hujan tidak tentu arah mencoba untuk melupakan rasa sakit yang bersemayam dalam tubuh tak memberikan manfaat sama sekali, mencoba untuk mengabaikan rasa sakit ini namun aku dibuat memperhatikannya. Hujan yang turun membasahiku tak dapat membersihkan menghilangkan rasa sakit bersamaku, tak seperti air menghilangkan debu-debu tanpa sisa.

Berjalan dan Berlari Dibawah hujan berharap ada setitik hujan yang dapat mengobati rasa sakit ini. Walau air mata deras turun dibawahnya tak ada setitik hujan yang mengasihaniku.
Mencoba berteduh, memeluk dingin menahan air mata jatuh. Air mata tetaplah jatuh.

Aku ingin. Cuma ingin merasakan dirimu yang dulu sebelum inginku berubah membuang semua kenangan tentangmu. Meninggalkan seraut wajah yang sering muncul dalam perihku, wajah yang tak bersalah seakan janji yang kau titipkan padaku itu hanyalah rayuan syaitan.

Sebelum aku membuang ludah dihadapanmu. Walau matamu tidak melihatku, walau telingamu tidak ingin mendengarkanku, walau tubuhmu sudah menolak namun hatimu masih bisa membacanya.

Kenapa ?

Kau mengkhianati janjimu sendiri, begitu murahnya dirimu membuang. Mempermainkan janji yang kau umbar lalu kau pergi tanpa ada rasa bersalah sedikitpun dihatimu.

Ludah itu untukmu bersama kenangan palsu yang kau berikan.

Sekian dan Terima kasih.

3 Januari 2014, Ungkapan Blogger

Anda pasti sudah tahu apa itu Blog? Benar. Jika anda pernah menyaksikan film Facebook atau Kambing Jantan karya Raditya Dika pasti sudah tahu bagimana kerja dari Blog itu.

Pengalaman saya mengenal Blog dari film Facebook, setelah itu saya membaca blog-blog yang menulisakan tentang blog itu. Pada tulisan ini saya akan menuliskan tentang blog sesuai pengalaman saya.


Blog itu apa? Merupakan singkatat dari Web Log, bentuk aplikasi web yang berupa kumpulan tulisan. itu penjelasan dari wikipedia, jika ingin tahu lebih lanjut sejarah dan jenis-jenis blog klik tulisan ini saja Wikipedia.

Ada banyak di Indonesia pengguna blog, mereka disebut Blogger yaitu seorang yang menggunakan atau menulis di media Blog. untuk menjadi seorang Blogger memang mudah cukup buat akun Gmail.com saja, lalu Blogger.com nanti dituntun step by step kok tak perlu khawatir. Namun yang susahnya adalah bagaimana kita bisa konsisten untuk menulis di blog karena sebagai Blogger pemula biasanya di angin-anginkan ingin cepat menghasilkan uang, terkenal dan lain-lain. Biasanya bertahan sebulan atau seminggu atau selama kouta internet aktif.

Jenis blog ini adalah Blog Pribadi, jadi bagi saya blog itu adalah sebuah jurnal.

Ada pertanyaan, selama ini perasaan anda menjadi seorang Blogger bagaimana? Membosankan, kehabisan ide, merepotkan, bikin pusing, harus berpikir tiga kali lipat dari biasanya tapi, karena ini adalah hobi sebagai seorang penulis kenapa tidak, ini cukup menyenagkan.

Begitulah, pengalaman saya menjadi seorang blogger setahun ini, dari sebuah film dan membaca artikel tentang blog jadilah blog ini.

Sekian dan Terima kasih.