Sudah lama aku bergelut dengan jutaan kata yang tertulis rapi dalam setiap media sosial dan buku harian sebelum saya mengenal media sosial itu. Aku lebih suka dengan menulis dari pada angkat bicara terserah Anda mau menilai dari mana, pengecut atau hal lainnya itu sama bagi saya.
Tulisan ini memberikan saya harapan yang pasti, karena aku dapat mengubah kisah yang tidak sesuai dengan cita-citaku selama ini. Seperti pada buku yang pernah saya tulis Nyoknyang dimana kota Barru tidak lagi disebut dengan kota mati lagi. Walau sekarang masih dengan julukan kota mati.
Tulisanku hanya menggambarkan tentang perasaanku yang hampa akan sosokmu, kau yang pernah berjanji pergi pada akhirnya. Sejak saat itu saya mengutip kata dari komika pujangga wira nagara 'Kau yang punya pacar, yang kau pamerkan disetiap senja yang berlabuh jangan terlalu sombong karena pada akhirnya akan menjadi orang yang harus kau relakan bahagia dengan orang lain'
Aku pernah berpikir untuk tidak mengumbar perasaan ini walau menggebuh, merontah ingin memilikinya. Aku lebih memilih untuk mendiamkannya dan jujur dengan perasaan yang sama. Mau bagaimana lagi aku tidak seperti Anda yang punya kelebihan, aku dipenuhi dengan kekurangan ini nyata melekat pada tubuh saya sebagai manusia.
Perasaan bagaikan tulisanku yang tidak bertuan yang semua orang dapat membacanya tanpa menjadi pembaca setia. Diacuhkan, hanya lewat itu ciri tulisanku saat ini.
Jangan heran dengan tulisanku selama ini, buku-bukuku dan kata yang tidak bermakna apa-apa. Semua itu menggambarkan perasaanku selama ini.
Sekian dan Terima kasih.

No comments:
Post a Comment
Berikan Komentar Anda Untuk Tulisan Ini...