Cukuplah

Aku tidak seperti mereka yang pernah bersandar padamu sambil menghelus kepalamu dan berkata jangan khawatir aku ada disini. Setiap kali aku melihatmu bersedih aku bahkan tidak bisa untuk menghiburmu, disaat kau mengingat seorang yang telah lama bersamamu dan meninggalkanmu bersama nisan. 

Aku hanya bisa apa? mencoba menjauhimu tapi aku sangat mencintaimu. Mencoba memarahimu dan kau akan menganggaku tidak berperasaan. Aku tidak ingin seperti negatif yang ada dipikiranmu. Tapi aku sadar aku hanya hitungan waktu dari dia yang telah bernama dinisan.

Sadarlah aku ada disini, mencoba menghiburmu tapi hatiku termakan cemburu oleh rasa sayangmu terhadapnya. Aku mengakuinya kalau dia terbaik dariku. Tapi tolong sadarlah, Aku disini.

Aku lebih memilih untuk bernama dinisan jika aku harus melihatmu seperti ini, kau menghelus nisan itu sambil menangis terseduh-seduh dan mataku tidak dapat berpaling, mencoba kuat walau hati berderai perahan air darah terbakar habis dalam rebusan api cemburu.

Aku lebih memilih bernisan disana, dari pada aku harus berdiri disini melihatmu terseduh dengan air mata. Butiran air mata itu jatuh seakan kau tidak menerima aku berada disisimu.
Lalu apa makna dari hanya kau yang bisa membuatku berpindah dari hati yang telah berbatu ke hati yang lebih hangat. Apa? Aku sadar akan hal itu.

Cukuplah, Aku ada disini! disampingmu yang mencoba menghiburmu, yang mencoba menasehatimu, yang mencoba mengingatkanmu.
Cukuplah, Doakanlah dia disetiap sujudmu, walau bagaimana pun aku tidak akan bisa seperti dia, caranya mencintaimu. Aku seperti ini, seperti yang kau lihat. Hingga janji itu terwujud.

Cukuplah untuk dia, sekarang untukku. Waktu ini untukku bukan lagi tentang dia. Aku mencintaimu melebihi dia karena aku disini bersamamu. Aku mencintaimu selayak pendahulu kita. 

Sekian dan Terima kasih.

No comments:

Post a Comment

Berikan Komentar Anda Untuk Tulisan Ini...