Kemarin kau mengalihkan perhatianku setiap aku melihatmu dengan senyuman manis itu yang menghiasi wajahmu seraya mata ini tertunduk memohon ingin memandangmu lebih dan lebih lama lagi.
Tidak ada yang membahagiakan ketika itu terwujud dan tidak ada yang lebih menahan hati yang berusaha ingin bersamamu namun nyatanya tidak setatap. Ini hanya masalah yang terjadi padaku yang tidak dapat berpindah dari hati kenangan ke hati lembaran.
Kau cukup jujur padaku dan akupun begitu cukup jujur denganmu, Maaf ini hanya harapanku dan akhirnya ini terjadi lagi. Aku hanya bisa jujur seperti yang lalu yang dimana Dia mengajariku untuk jujur dari pada harus menjadi beban yang akan mengganggu hal lainnya.
Aku hanya pecahan berlian yang dilemparkan kedalam lumpur yang tidak tahu jalan untuk memilih dan melihat hanya terbawa arus hingga ada kau yang ingin membersihkan berlian itu dan merawatnya.
Kau dan aku adalah benda pemberian orang tua, menyatukan kita dalam satu pandangan dan pemikiran yang sama walau itu hanya hitungan detik, setidaknya kau dan aku pernah berpikir yang sama hingga akhirnya tidak ada lagi pandangan itu dariku, yang selama ini kupikirkan kembali bersama kata-kata yang kutulis rapi dalam sebuah jurnal blog yang kelak kau akan membaca.
Sekian dan Terima kasih.

No comments:
Post a Comment
Berikan Komentar Anda Untuk Tulisan Ini...